Fenomena di Kilometer Nol Sabang, Aceh

16 02 2007
Baru saja saya mendapat kiriman 2 foto fenomena menarik hasil pemotretan di Kilometer Nol sabang, Aceh. Berikut dibawah ini foto-foto itu :

Foto 1

Fenomena Tersalib

Foto 2

Fenomena Tanpa Salib


note: postingan ini atas ijin sang sumber sebagai model (pemotretan/pensaliban).

Advertisements




Bencana di Negara dan Bangsat ku

8 02 2007
Saya melihat acara di salah satu televisi pagi ini, masih cerita tentang seputar Banjir Jakarta. Acara yang dipandu oleh dua artis terkenal negeri ini, yang mengangkat topik tentang “Para Penghuni Bantaran Sungai Penyebab Banjir” yang mana kedua artis ini mendatangkan salah satu penghuni bantaran sungai itu. Dialog punya dialog, akhirnya berhasil terarahkan opini bahwa para penghuni bantaran sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir di ibukota dan bapak penghuni yang diwawancarai tersebut tidak bisa mengelak atas opini tersebut.

Dialog pun mulai mengarahkan pada beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada para penghuni bantaran sungai tersebut, pertama adalah transmigrasi dan yang kedua adalah pindah ke rumah susun yang akan dibangun sebagai mega proyek pemerintah. Namun bapak penghuni tersebut dengan berbagai alasan dengan sudut pandang orang kecil berusaha bertahan, karena merasa solusi yang ditawarkan terlalu berat untuk kondisi lingkungan para penghuni bantaran sungai.

Saya bukan bermaksud membela para penghuni bantaran sungai itu, mereka memang salah dan saya sepakat atas justifikasi bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir adalah keberadaan mereka ditepian-tepian sepanjang sungai ibukota. Tapi mari kita coba memandang lebih luas dan lebih fair. Justifikasi tersebut hanya salah satu, demi Tuhan itu hanya salah satu dari sekian banyak penyebab yang mustinya juga dilemparkan ke publik sebagai justifikasi penyebab terjadinya bencana banjir ini. Drainase yang buruk, habisnya daerah resapan, habisnya hutan-hutan didaerah hulu, dll, dst dan sebagainya halah….

Read the rest of this entry »





Lagi Repot!

7 02 2007

Good Sign!. I like this sign, do you ever seem a good sign like this?

Sumber : O Melhor do Humor





Jakarta, Hello!

2 02 2007
Mungkin telat untuk say hello untuk kota ini, karena saya sudah hampir 1 bulan mendamparkan diri di ibukota republik ini. Bertahun-tahun saya selalu menghindar untuk terdampar berhidup dikota ini, tapi ternyata realita berkata lain. Atas sebuah pilihan ( kata pilihan ini pendapat teman-teman saya ), saya mendamparkan diri di kota ini sejak awal januari kemaren. Minggu-minggu awal berhidup dikota ini saya jalani dengan romantisme-romantisme ( sedikit dan sebentar keromatisan ) menyapa teman-teman lama, masih seperti dulu jika saya datang ke jakarta mencoba selalu absen dan menyapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berhidup disini.

Rasa cemas atas kota ini yang sejak dulu saya rasakan dan rasa gairah untuk berhidup baru sering saling mendominasi dikepala ini. Cita dan harapan yang tersusun dan terkumpul masih sering dihinggapi gambaran realita-realita yang terpampang dan diperlihatkan oleh kota jakarta ini. Menjaga dan kontrol diri memanglah tak semudah apa yang diucapkan, godaan dari hingar bingarnya kehidupan di kota ini begitu mempesona. Idealisme yang mulai terbersihkan pada kehidupan sebelumnya menjadi was-was saat mulai menyelami kehidupan di ibukota republik ini. Tentu semuanya tahu disini semuanya serba ada! Bersyukur saya masih ditemani oleh teman-teman yang “baik” sampai detik ini. Yang bukan berati disuruh apapun jawabnya baik pak atau baik om 😛 .

Saya tinggal ( numpang ) didaerah mampang, yang mana dari pada daerah ini adalah salah potret ciri khas kota jakarta yaitu macet dan jika diguyur hujan juga akan disapa oleh yang namanya banjir ( contoh malam ini ). Naek bus kota dengan kepanasan juga sudah sering saya jalani, walaupun kadang kalau sudah gak kuat ya memilih naek taxi apalagi kalau sedang bareng dengan wanita kekeke. Kadang sering muncul pemikiran-pemikiran aneh dikepala saya, saat berjubel-jubelan diatas bus kota terlintas kenapa orang-orang ini betah hidup dikota ini ya. Dan jawaban yang muncul justru menertawakan diri saya sendiri, lha wong awakmu dewe yo goblok pe kekeke lapo mbela-mbelani urip ndek kene. Demi…., owalah….!





Yang tak pernah usai

30 01 2007

sebuah realita yang terpampang dihadapan diri
salam perjuangan tak pernah senyap terdengar diruang ini
berjalan menyisir diri berharap bersih
walau semua masih pandai untuk menikmati

diri ini belum habis dan belum usai
darah dibaju ini masih segar dan mendidih
walau asa dan mimpi tak terbedakan lagi
tapi duri-duri ini masih melekat di diri, dan masih kunikmati

besok atau lusa mungkin bisa tergantikan
namun, jati diri telah terprasasti oleh sebuah perjalanan
mendaki dan tergali pada sebuah buih lautan
sesempurna apa yang telah disajikan

cerita ini bukan lah ilusi
layaknya roman-roman kehidupan berbagai negeri
tubuh ini terlalu kuat untuk dicaci maki
dan otak ini masih terlalu sadar untuk berhenti

ingin kusimpan semuanya dulu
pada sebuah peti kematian yang mengilu
agar engkau berhenti memilu
engkau tahu, dimana letak pintu peti itu





Sumber Masalah Itu….

22 01 2007

Sempurnakan niat….
Sempurnakan usaha…

Sisanya bukan milik kita…

*aku melupakan itu 😦





Hai Pemabokz

16 01 2007

Rumah ini pernah terbakar, isinya semua habis tersisa abu puing-puing dan para sang penghuni karena mereka memiliki otak. Rumah ini pun pernah tersapu badai angin yang besar, berhamburan dan hancur semua isinya tersisa sebuah meja bundar dan para sang penghuninya karena mereka punya otak. Rumah ini pun akan tetap diancam kehancuran, tapi tidak untuk para sang penghuninya karena mereka sadar betul akan fungsi otak mereka.

Halah….