Bencana di Negara dan Bangsat ku

8 02 2007
Saya melihat acara di salah satu televisi pagi ini, masih cerita tentang seputar Banjir Jakarta. Acara yang dipandu oleh dua artis terkenal negeri ini, yang mengangkat topik tentang “Para Penghuni Bantaran Sungai Penyebab Banjir” yang mana kedua artis ini mendatangkan salah satu penghuni bantaran sungai itu. Dialog punya dialog, akhirnya berhasil terarahkan opini bahwa para penghuni bantaran sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir di ibukota dan bapak penghuni yang diwawancarai tersebut tidak bisa mengelak atas opini tersebut.

Dialog pun mulai mengarahkan pada beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada para penghuni bantaran sungai tersebut, pertama adalah transmigrasi dan yang kedua adalah pindah ke rumah susun yang akan dibangun sebagai mega proyek pemerintah. Namun bapak penghuni tersebut dengan berbagai alasan dengan sudut pandang orang kecil berusaha bertahan, karena merasa solusi yang ditawarkan terlalu berat untuk kondisi lingkungan para penghuni bantaran sungai.

Saya bukan bermaksud membela para penghuni bantaran sungai itu, mereka memang salah dan saya sepakat atas justifikasi bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir adalah keberadaan mereka ditepian-tepian sepanjang sungai ibukota. Tapi mari kita coba memandang lebih luas dan lebih fair. Justifikasi tersebut hanya salah satu, demi Tuhan itu hanya salah satu dari sekian banyak penyebab yang mustinya juga dilemparkan ke publik sebagai justifikasi penyebab terjadinya bencana banjir ini. Drainase yang buruk, habisnya daerah resapan, habisnya hutan-hutan didaerah hulu, dll, dst dan sebagainya halah….

Read the rest of this entry »

Advertisements




Negoroku Rame, Hebad…!!!

2 10 2005

Belum ada 24 jam tangisan rakyat kecil diseluruh negeri atas kenaikan BBM yang begitu drastis angkanya, kembali rakyat menjadi korban keanarkisan kepentingan-kepentingan yang tidak jelas tujuan kebaikannya. Dari pagi sampai sore, negeri ini ramai antrian BBM dan ramai demo BBM dimana-mana bahkan didunia internet khususnya dunia blog pun pada jam 2 siang WITA saat saya iseng ngecheck di Google Blogsearch sudah ada 100 an lebih yang posting diblog tentang BBM sejak malam hari kemaren diumumkannya kenaikan BBM oleh pemerintah. Dan disabtu malamnya kembali negeri ini diramaikan oleh Bom Bali II yang meledak di Kuta. Hebad negoroku! Hebad bangsaku! Itulah Indonesia….. Habiskan semua sampai bersih! Tak tersisa! Agar segera tumbuh tunas-tunas baru yang semoga akan lebih layak keberadaannya diatas bumi pertiwi ini.

Peta kebenaran dinegeri ini pun sudah sangat kabur, yang ada hanya tautan-tautan garis benang merah kepentingan, uang, perut, kekuasaan dan mungkin juga wanita. Salah dan benar hanya menjadi opini dan retorika setiap komponen yang ada dinegeri ini dan itu pun memiliki nilai jual!

1 Oktober bukannya Hari Kesaktian Pancasila? Mungkin memang harus diuji lagi Sang Pancasila yang telah disepakatkan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu untuk menjadi dasar berhidup bangsa ini, apakah masih layak dan sakti seperti yang didengungkan oleh Penguasa Orde Baru sejak tahun 1965. Apakah berarti akan terjadi revolusi lagi dinegeri ini seperti yang telah terjadi ditahun 1965? Bisa jadi, asalkan saja revolusi itu nantinya tidak akan melahirkan produk tirani baru penguasa negeri ini.

Demi rakyat, demi umat bangsa diseluruh negeri ini, apakah sudah tidak ada yang bisa berfikir sehat? ataukah sudah lelah dan habis digerogoti egoisme dan kemunafikan? ataukah terbodohi? ataukah sudah terpenuhi dengan dera keputus-asaan didalam kepala dan hati ini seperti saya sekarang.

Merdekalah!, katanya…..