Kangen!

28 02 2007

My favorite liquids!

Sumpah deh kangen banget ama dirimu….!

Advertisements




Fenomena di Kilometer Nol Sabang, Aceh

16 02 2007
Baru saja saya mendapat kiriman 2 foto fenomena menarik hasil pemotretan di Kilometer Nol sabang, Aceh. Berikut dibawah ini foto-foto itu :

Foto 1

Fenomena Tersalib

Foto 2

Fenomena Tanpa Salib


note: postingan ini atas ijin sang sumber sebagai model (pemotretan/pensaliban).





Bencana di Negara dan Bangsat ku

8 02 2007
Saya melihat acara di salah satu televisi pagi ini, masih cerita tentang seputar Banjir Jakarta. Acara yang dipandu oleh dua artis terkenal negeri ini, yang mengangkat topik tentang “Para Penghuni Bantaran Sungai Penyebab Banjir” yang mana kedua artis ini mendatangkan salah satu penghuni bantaran sungai itu. Dialog punya dialog, akhirnya berhasil terarahkan opini bahwa para penghuni bantaran sungai menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana banjir di ibukota dan bapak penghuni yang diwawancarai tersebut tidak bisa mengelak atas opini tersebut.

Dialog pun mulai mengarahkan pada beberapa solusi yang ditawarkan oleh pemerintah kepada para penghuni bantaran sungai tersebut, pertama adalah transmigrasi dan yang kedua adalah pindah ke rumah susun yang akan dibangun sebagai mega proyek pemerintah. Namun bapak penghuni tersebut dengan berbagai alasan dengan sudut pandang orang kecil berusaha bertahan, karena merasa solusi yang ditawarkan terlalu berat untuk kondisi lingkungan para penghuni bantaran sungai.

Saya bukan bermaksud membela para penghuni bantaran sungai itu, mereka memang salah dan saya sepakat atas justifikasi bahwa salah satu penyebab terjadinya banjir adalah keberadaan mereka ditepian-tepian sepanjang sungai ibukota. Tapi mari kita coba memandang lebih luas dan lebih fair. Justifikasi tersebut hanya salah satu, demi Tuhan itu hanya salah satu dari sekian banyak penyebab yang mustinya juga dilemparkan ke publik sebagai justifikasi penyebab terjadinya bencana banjir ini. Drainase yang buruk, habisnya daerah resapan, habisnya hutan-hutan didaerah hulu, dll, dst dan sebagainya halah….

Read the rest of this entry »





Lagi Repot!

7 02 2007

Good Sign!. I like this sign, do you ever seem a good sign like this?

Sumber : O Melhor do Humor





Jakarta, Hello!

2 02 2007
Mungkin telat untuk say hello untuk kota ini, karena saya sudah hampir 1 bulan mendamparkan diri di ibukota republik ini. Bertahun-tahun saya selalu menghindar untuk terdampar berhidup dikota ini, tapi ternyata realita berkata lain. Atas sebuah pilihan ( kata pilihan ini pendapat teman-teman saya ), saya mendamparkan diri di kota ini sejak awal januari kemaren. Minggu-minggu awal berhidup dikota ini saya jalani dengan romantisme-romantisme ( sedikit dan sebentar keromatisan ) menyapa teman-teman lama, masih seperti dulu jika saya datang ke jakarta mencoba selalu absen dan menyapa teman-teman yang sudah terlebih dahulu berhidup disini.

Rasa cemas atas kota ini yang sejak dulu saya rasakan dan rasa gairah untuk berhidup baru sering saling mendominasi dikepala ini. Cita dan harapan yang tersusun dan terkumpul masih sering dihinggapi gambaran realita-realita yang terpampang dan diperlihatkan oleh kota jakarta ini. Menjaga dan kontrol diri memanglah tak semudah apa yang diucapkan, godaan dari hingar bingarnya kehidupan di kota ini begitu mempesona. Idealisme yang mulai terbersihkan pada kehidupan sebelumnya menjadi was-was saat mulai menyelami kehidupan di ibukota republik ini. Tentu semuanya tahu disini semuanya serba ada! Bersyukur saya masih ditemani oleh teman-teman yang “baik” sampai detik ini. Yang bukan berati disuruh apapun jawabnya baik pak atau baik om 😛 .

Saya tinggal ( numpang ) didaerah mampang, yang mana dari pada daerah ini adalah salah potret ciri khas kota jakarta yaitu macet dan jika diguyur hujan juga akan disapa oleh yang namanya banjir ( contoh malam ini ). Naek bus kota dengan kepanasan juga sudah sering saya jalani, walaupun kadang kalau sudah gak kuat ya memilih naek taxi apalagi kalau sedang bareng dengan wanita kekeke. Kadang sering muncul pemikiran-pemikiran aneh dikepala saya, saat berjubel-jubelan diatas bus kota terlintas kenapa orang-orang ini betah hidup dikota ini ya. Dan jawaban yang muncul justru menertawakan diri saya sendiri, lha wong awakmu dewe yo goblok pe kekeke lapo mbela-mbelani urip ndek kene. Demi…., owalah….!