Yang tak pernah usai

30 01 2007

sebuah realita yang terpampang dihadapan diri
salam perjuangan tak pernah senyap terdengar diruang ini
berjalan menyisir diri berharap bersih
walau semua masih pandai untuk menikmati

diri ini belum habis dan belum usai
darah dibaju ini masih segar dan mendidih
walau asa dan mimpi tak terbedakan lagi
tapi duri-duri ini masih melekat di diri, dan masih kunikmati

besok atau lusa mungkin bisa tergantikan
namun, jati diri telah terprasasti oleh sebuah perjalanan
mendaki dan tergali pada sebuah buih lautan
sesempurna apa yang telah disajikan

cerita ini bukan lah ilusi
layaknya roman-roman kehidupan berbagai negeri
tubuh ini terlalu kuat untuk dicaci maki
dan otak ini masih terlalu sadar untuk berhenti

ingin kusimpan semuanya dulu
pada sebuah peti kematian yang mengilu
agar engkau berhenti memilu
engkau tahu, dimana letak pintu peti itu

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: